Rasa nasionalisme tidak hanya perlu dimiliki oleh warga negara Indonesia yang tinggal di dalam negeri, namun juga bagi warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar Indonesia. Hal tersebut diperlukan untuk lebih memupuk rasa nasionalime dan cinta tanah air bagi warga Indonesia yang tingga di luar Indonesia, tak terkecuali bagi WNI yang tinggal di Malaysia. Dosen PGSD Universitas Negeri Malang, Ibu Khusnul Khotimah, M.Pd., bersama timnya, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri. Tim pengabdian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I., dan berfokus pada penguatan nilai-nilai nasionalisme kepada siswa-siswi WNI yang berada di Malaysia melalui penggunaan game edukasi SIMLA (Simbol dan Sila-Sila Pancasila).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UM dalam mendorong SDGs 4 untuk pendidikan berkualitas yang tidak hanya dirasakan oleh warga negara Indonesia di dalam negeri, melainkan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Adapun penguatan nilai-nilai nasionalisme yang diangkat dalam kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong persatuan demi kehidupan masyarakat yang damai sebagaimana juga sebagai upaya mencapai SDGs 16 tentang perdamaian. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia, serta untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan siswa-siswi WNI yang tinggal jauh dari tanah air mereka. Game edukasi SIMLA digunakan sebagai alat bantu yang interaktif dan menyenangkan untuk menyampaikan materi-materi tentang simbol dan sila-sila Pancasila.

Selama pelaksanaan kegiatan, para siswa-siswi menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya aktif berpartisipasi dalam sesi permainan, tetapi juga menunjukkan minat yang besar dalam memahami lebih dalam tentang nilai-nilai Pancasila. Respon positif ini terlihat dari keterlibatan mereka yang sangat aktif dan penuh semangat selama sesi pengabdian. Prof. Dr. Yusuf Hanafi, S.Ag., M.Fil.I. menyampaikan bahwa penggunaan game edukasi seperti SIMLA merupakan inovasi yang efektif dalam pembelajaran, terutama dalam konteks penguatan nasionalisme. Melalui metode ini, siswa-siswi dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak membosankan, sehingga materi yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diingat.
Ibu Khusnul Khotimah, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan pengalaman yang sangat berharga, baik bagi para dosen maupun siswa-siswi. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat rasa kebangsaan, tetapi juga membangun hubungan yang erat antara para pendidik dan siswa, serta memberikan dorongan bagi mereka untuk terus mencintai dan bangga terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya, sehingga lebih banyak WNI di luar negeri yang dapat merasakan manfaatnya. Dengan penguatan nilai-nilai nasionalisme sejak dini, diharapkan generasi muda Indonesia di luar negeri dapat tumbuh menjadi individu yang berkarakter dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara. Semoga upaya ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan rasa nasionalisme di kalangan WNI di luar negeri.